Bitcoin.co.id :
15kGVo4sNFtdRb1ZHbxYpmtr3T8rLL3DG5
Minggu, 23 Februari 2014
Sabtu, 22 Februari 2014
Rabu, 19 Februari 2014
CEX.io My Bonus Bigger than My Deposit
Jumat, 14 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
BTC Faucets Bitcoin for Android
Description
The only free faucet app with no nasty ads banners (well, faucet websites have ads but not from this app :-) )
A great and quick way to manage all the Coinbox.me faucets websites, bitvisitor.com and more coming soon. Get free bitcoin (actually micro bitcoin) by browsing websites and filling captcha or waiting 5 minutes. No registration / purchase / review needed, the websites listed are not "perform an action" to get free bitcoin (these are usually not free)
Please use the websites on PC first if you are new. Then use this app to maintain easily your times.
Features:
- Notification reminder when time is up to continue
- No need to type in your BTC address all the time
- Most device now support auto-focus on the captcha (Coinbox sites only)
- Optional "Extra" sites: bitvisitor and freebitcoinz
- ... more coming soon (earnings per sites, last earning per site...)
Download Apps Here
The only free faucet app with no nasty ads banners (well, faucet websites have ads but not from this app :-) )
A great and quick way to manage all the Coinbox.me faucets websites, bitvisitor.com and more coming soon. Get free bitcoin (actually micro bitcoin) by browsing websites and filling captcha or waiting 5 minutes. No registration / purchase / review needed, the websites listed are not "perform an action" to get free bitcoin (these are usually not free)
Please use the websites on PC first if you are new. Then use this app to maintain easily your times.
Features:
- Notification reminder when time is up to continue
- No need to type in your BTC address all the time
- Most device now support auto-focus on the captcha (Coinbox sites only)
- Optional "Extra" sites: bitvisitor and freebitcoinz
- ... more coming soon (earnings per sites, last earning per site...)
Download Apps Here
Sabtu, 08 Februari 2014
Jumat, 07 Februari 2014
Tanggapan dari Bank Indonesia Mengenai Bitcoin
![]() |
| click to enlarge |
Memperhatikan Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap Bitcoin dan virtual currency lainnya. Segala risiko terkait kepemilikan/penggunaan Bitcoin ditanggung sendiri oleh pemilik/pengguna Bitcoin dan virtual currency lainnya.
Jakarta, 6 Februari 2014
Departemen Komunikasi
Peter Jacobs
Direktur
Bagaimana Masa Depan Bitcoin di Indonesia?
Mata uang virtual bitcoin yang kini juga sudah mulai ramai diperdagangkan di Indonesia memang sangat fenomenal. Baru-baru ini, CEO salah satu bursa pertukaran bitcoin, Charlie Shrem diamankan pihak berwajib karena diduga terlibat kasus pencucian uang bersama rekan lain yang dikenalnya secara online.
Seperti dikutip dari Money CNN, Selasa (28/1/2014), agen pemerintah Amerika Serikat (AS) menangkap CEO BitInstant Charlie Shrem atas tuduhan pencucian uang untuk bantuannya terhadap transaksi para jual beli obat-obatan secara online di situs Silk Road.
Kejaksaan AS di Southern District, New York mengatakan Shrem telah membantu seseorang yang tidak pernah ditemuinya secara langsung, Robert Faiella, untuk menjual lebih dari US$ 1 juta bitcoin ke para konsumen Silk Road. Faiella, pria berusia 52 tahun asal Florida itu diduga sebagai pemain bitcoin yang menggunakan nama samaran BTCKing dalam setiap transaksinya.
Shrem ditangkap di Bandara John F. Kennedy International pada Minggu (26/1/2014) waktu setempat. Sementara Faiella berhasil diringkus di rumahnya di Cape Coral, Florida pada Senin.
Keduanya ditangkap karena konspirasi pencucian uang dan mengoperasikan uang tak berlisensi itu guna melancarkan bisnisnya. Shrem juga mendapatkan gugatan tambahan karena tidak memberitahu bank sentral terdekat tentang apa yang tengah terjadi.
Shrem yang masih berusia 24 tahun itu merupakan pemain besar di dunia bitcoin. Bursa pertukaran bitcoin, BitInstant yang berbasis di New York City memberi akses pada masyarakat untuk membeli bitcoin secara lokal di lebih dari 700 ribu lokasi di AS, Brasil, Rusia dan lainnya.
Tahun lalu, BitInstant menerima investasi sebesar US$ 1,5 juta dari Cameron dan Tyler Winklevoss. Shrem juga merupakan wakil CEO Bitcoin Foundation, salah satu advokasi terbesar bitcoin di AS. Dua bersaudara, Winklevoss mengaku sangat prihatin atas penangkapan Shrem yang tak diduga-duga.
"Saat kami menanamkan modal di BitInstant pada musim gugur 2012, pihak manajemen BitInstant berkoitmen akan mematuhi semua hukum yang berlaku termasuk peraturan mengenai pencucian uang, dan kami mempercayainya begitu saja," jelas dua bersaudara tersebut.
Menurut surat gugatan di pengadilan federal, Faiella pertama kali muncil di Silk Road sebagai BTCKing pada akhir 2011. Situs pasar gelap itu hanya mengizinkan para konsumen menjual dan membeli barang dengan menggunakan bitcoin sementara Faiella mendirikan bisnis pertukaran uang tunai dengan bitcoin. Itulah awal kerjasama Faiella dengan Shrem.
Investigasi Pihak Berwenang
Menurut hasil investigasi Internal Revenue Service (IRS), Shrem menjual dan memasok bitcoin untuk Faiella, sekaligus memuluskan proses jual beli para pengedar dan pengguna obat-obatan. Meskipun Shrem tahu untuk apa uang-uang itu digunakan, tetapi dia tak pernah melaporkannya pada Departemen Keuangan AS.Dokumen-dokumen hasil penyelidikan menunjukkan betapa akrabnya Shrem dan Faiella dalam bekerjasama.
Meskipun Shrem tak pernah mengetahui nama asli rekannya, yang dia ketahui hanya BTCKing, eksekutif muda itu selalu membantu pria tersebut lari dari berbagai kesulitan yang menghadang.misalnya, saat Faiella memiliki deposito tunai dalam jumlah besar dan pengiriman yang terlalu sering sehingga menimbulkan kecurigaan, Shrem membantu Faiella untuk menghindarinya. IRS menuding dua rekan bisnis ilegal itu telah menukar US$ 1,05 juta uang tunai menjadi bitcoin dalam lebih dari 10 bulan hingga Oktober 2012.
Akhirnya keduanya bekerjasama dengan baik. Hingga 2013, dia telah menukar lebih dari US$ 20 ribu bitcoin setiap minggunya untuk para klien Silk Road. Untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut, para agen federal berpura-pura menjadi salah satu dari pengguna akun Silk Road dan membeli bitcoin dari Faiella. Para agen lalu berhasil menelusuri ke mana larinya uang-uang tersebut dan semuanya mengarah pada Faiella dan akhirnya Shrem.
Bukti lain penangkapan dua tersangka bitcoin ini juga diperoleh dengan meretas server situs BitInstant di mana terdapat seluruh rekaman transaksi, informasi dan pesan-pesan pribadi. Sejak Senin (27/1/2014) situs BitInstant sudah tidak dapat berfungsi seiring dengan penangkapan sang pimpinan.
Wakil dari pemerintah meminta adanya peningkatan regulasi terhadap penggunaan bitcoin. Pasalnya, para pelaku jual beli mata uang virtual itu tidak menggunakan nama asli dan sulit untuk ditelusuri identitas aslinya.
Sementara diwawancara terpisah dengan media asal Rusia, Shrem menyebut regulasi finansial saat ini tidak masuk akal.
"Mereka mengacuhkan kami. Mereka tidak suka pada kami," ujar Shrem mengacu pada pemerintah AS. (Sis/Ahm)
sumber : bisnis.liputan6.com/read/811723/ceo-penukaran-bitcoin-ditangkap-karena-kena-pencucian-uang
Seperti dikutip dari Money CNN, Selasa (28/1/2014), agen pemerintah Amerika Serikat (AS) menangkap CEO BitInstant Charlie Shrem atas tuduhan pencucian uang untuk bantuannya terhadap transaksi para jual beli obat-obatan secara online di situs Silk Road.
Kejaksaan AS di Southern District, New York mengatakan Shrem telah membantu seseorang yang tidak pernah ditemuinya secara langsung, Robert Faiella, untuk menjual lebih dari US$ 1 juta bitcoin ke para konsumen Silk Road. Faiella, pria berusia 52 tahun asal Florida itu diduga sebagai pemain bitcoin yang menggunakan nama samaran BTCKing dalam setiap transaksinya.
Shrem ditangkap di Bandara John F. Kennedy International pada Minggu (26/1/2014) waktu setempat. Sementara Faiella berhasil diringkus di rumahnya di Cape Coral, Florida pada Senin.
Keduanya ditangkap karena konspirasi pencucian uang dan mengoperasikan uang tak berlisensi itu guna melancarkan bisnisnya. Shrem juga mendapatkan gugatan tambahan karena tidak memberitahu bank sentral terdekat tentang apa yang tengah terjadi.
Shrem yang masih berusia 24 tahun itu merupakan pemain besar di dunia bitcoin. Bursa pertukaran bitcoin, BitInstant yang berbasis di New York City memberi akses pada masyarakat untuk membeli bitcoin secara lokal di lebih dari 700 ribu lokasi di AS, Brasil, Rusia dan lainnya.
Tahun lalu, BitInstant menerima investasi sebesar US$ 1,5 juta dari Cameron dan Tyler Winklevoss. Shrem juga merupakan wakil CEO Bitcoin Foundation, salah satu advokasi terbesar bitcoin di AS. Dua bersaudara, Winklevoss mengaku sangat prihatin atas penangkapan Shrem yang tak diduga-duga.
"Saat kami menanamkan modal di BitInstant pada musim gugur 2012, pihak manajemen BitInstant berkoitmen akan mematuhi semua hukum yang berlaku termasuk peraturan mengenai pencucian uang, dan kami mempercayainya begitu saja," jelas dua bersaudara tersebut.
Menurut surat gugatan di pengadilan federal, Faiella pertama kali muncil di Silk Road sebagai BTCKing pada akhir 2011. Situs pasar gelap itu hanya mengizinkan para konsumen menjual dan membeli barang dengan menggunakan bitcoin sementara Faiella mendirikan bisnis pertukaran uang tunai dengan bitcoin. Itulah awal kerjasama Faiella dengan Shrem.
Investigasi Pihak Berwenang
Menurut hasil investigasi Internal Revenue Service (IRS), Shrem menjual dan memasok bitcoin untuk Faiella, sekaligus memuluskan proses jual beli para pengedar dan pengguna obat-obatan. Meskipun Shrem tahu untuk apa uang-uang itu digunakan, tetapi dia tak pernah melaporkannya pada Departemen Keuangan AS.Dokumen-dokumen hasil penyelidikan menunjukkan betapa akrabnya Shrem dan Faiella dalam bekerjasama.
Meskipun Shrem tak pernah mengetahui nama asli rekannya, yang dia ketahui hanya BTCKing, eksekutif muda itu selalu membantu pria tersebut lari dari berbagai kesulitan yang menghadang.misalnya, saat Faiella memiliki deposito tunai dalam jumlah besar dan pengiriman yang terlalu sering sehingga menimbulkan kecurigaan, Shrem membantu Faiella untuk menghindarinya. IRS menuding dua rekan bisnis ilegal itu telah menukar US$ 1,05 juta uang tunai menjadi bitcoin dalam lebih dari 10 bulan hingga Oktober 2012.
Akhirnya keduanya bekerjasama dengan baik. Hingga 2013, dia telah menukar lebih dari US$ 20 ribu bitcoin setiap minggunya untuk para klien Silk Road. Untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut, para agen federal berpura-pura menjadi salah satu dari pengguna akun Silk Road dan membeli bitcoin dari Faiella. Para agen lalu berhasil menelusuri ke mana larinya uang-uang tersebut dan semuanya mengarah pada Faiella dan akhirnya Shrem.
Bukti lain penangkapan dua tersangka bitcoin ini juga diperoleh dengan meretas server situs BitInstant di mana terdapat seluruh rekaman transaksi, informasi dan pesan-pesan pribadi. Sejak Senin (27/1/2014) situs BitInstant sudah tidak dapat berfungsi seiring dengan penangkapan sang pimpinan.
Wakil dari pemerintah meminta adanya peningkatan regulasi terhadap penggunaan bitcoin. Pasalnya, para pelaku jual beli mata uang virtual itu tidak menggunakan nama asli dan sulit untuk ditelusuri identitas aslinya.
Sementara diwawancara terpisah dengan media asal Rusia, Shrem menyebut regulasi finansial saat ini tidak masuk akal.
"Mereka mengacuhkan kami. Mereka tidak suka pada kami," ujar Shrem mengacu pada pemerintah AS. (Sis/Ahm)
sumber : bisnis.liputan6.com/read/811723/ceo-penukaran-bitcoin-ditangkap-karena-kena-pencucian-uang
Petinggi Bitcoin di tangkap polisi!
Pada Senin waktu New York, Wakil Presiden Bitcoin Foundation Charlie Shrem didakwa oleh jaksa Amerika Serikat telah melakukan konspirasi pencucian uang karena menyalurkan uang tunai secara online dengan mata uang Bitcoin.
Bitcoin Foundation adalah kelompok perdagangan yang mengadopsi mata uang digital. Shrem yang memiliki dukungan keuangan dari si kembar Winklevoss dan dikenal sebagai salah seorang promotor terbesar penggunaan mata uang Bitcoin ditangkap pada Minggu di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York.
Seperti dilansir Reuters, jaksa dari Kejaksaan Agung di Manhattan, pada Senin, mengatakan Shrem juga didakwa telah mengoperasikan bisnis penyaluran uang tak berlisensi. Nilai pencuian uang diperkirakan mencapai US$ 1 juta.
Pengusaha muda berusia 24 tahun ini yang hidup dan tinggal di sebuah bar di Manhattan menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Shrem dulunya merupakan CEO BitInstan, sebuah perusahaan penukaran Bitcoin yang tutup musim panas lalu.
Menurut jaksa, Shrem berkonspirasi dengan warga penduduk Florida, Robert Faiella, yang menjalankan bisnis ilegal itu. Mereka berhasil menjual lebih dari US$ 1 juta dolar dalam bentuk Bitcoin kepada konsumen di Silk Road. Perdagangan itu kemudian ditutup oleh pihak berwenang.
Adapun Faiella, 52 tahun, didakwa dalam sebuah gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Wilayah Manhattan. Dia dituding berkonspirasi melakukan pencucian uang dengan mengoperasikan penyaluran mata uang tak berlisensi. Faiella ditangkap di rumahnya di Coral Gables, Florida. Dalam persidangan di Pengadilan Federal di Florida, pada Senin, Faiella ditahan hingga ada sidang jaminan.
Shrem belum berhasil dimintai tanggapannya. Seseorang yang menjawab telepon di rumah Faiella tidak bersedia memberikan keterangan. “Tak seorang pun mau bicara,” katanya. (BI: Bitcoin Bisa Jadi Alat Cuci Uang)
Pengacara Shrem, Keith Miller, mengatakan kliennya tidak bersalah. “Dalam titik ini, tuduhan itu hanya sekedar tuduhan. Shrem tidak bersalah,” katanya.
Bitcoin adalah mata uang digital yang tidak didukung oleh pemerintah dan bank sentral dan memiliki nilai fluktuatif tergantung permintaan dari pengguna. Pengguna bisa melakukan transfer Bitcoin satu sama lain melalui Internet dan toko mata uang digital, wallet.
“Jika Bitcoin menjadi seperti mata uang tradisional yang digunakan untuk pencucian uang dan menopang kegiatan kriminal, penegak hukum tidak punya pilihan lain selain bergerak,” ujar jaksa Manhattan, Preet Bharara. “Kami akan agresif mengejar orang-orang yang mengadopsi penggunaan mata uang baru untuk tujuan terlarang,” ujarnya. (Baca juga: Uang Virtual di Dunia Maya Bernama Bitcoin)
Aparat penegak hukum Amerika Serikat telah bersumpah untuk mengejar setiap kegiatan kriminal yang melibatkan Bitcoin atau mata uang ilegal lainnya. Sebab, mereka menilai mata uang tak berlisensi itu digunakan untuk transaksi ilegal pula.
REUTERS | ABDUL MALIK
sumber : tempo.co/read/news/2014/01/28/087549008/Ditangkap-Petinggi-Bitcoin-Didakwa-Pencucian-Uang
Bitcoin Foundation adalah kelompok perdagangan yang mengadopsi mata uang digital. Shrem yang memiliki dukungan keuangan dari si kembar Winklevoss dan dikenal sebagai salah seorang promotor terbesar penggunaan mata uang Bitcoin ditangkap pada Minggu di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York.
Seperti dilansir Reuters, jaksa dari Kejaksaan Agung di Manhattan, pada Senin, mengatakan Shrem juga didakwa telah mengoperasikan bisnis penyaluran uang tak berlisensi. Nilai pencuian uang diperkirakan mencapai US$ 1 juta.
Pengusaha muda berusia 24 tahun ini yang hidup dan tinggal di sebuah bar di Manhattan menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Shrem dulunya merupakan CEO BitInstan, sebuah perusahaan penukaran Bitcoin yang tutup musim panas lalu.
Menurut jaksa, Shrem berkonspirasi dengan warga penduduk Florida, Robert Faiella, yang menjalankan bisnis ilegal itu. Mereka berhasil menjual lebih dari US$ 1 juta dolar dalam bentuk Bitcoin kepada konsumen di Silk Road. Perdagangan itu kemudian ditutup oleh pihak berwenang.
Adapun Faiella, 52 tahun, didakwa dalam sebuah gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Wilayah Manhattan. Dia dituding berkonspirasi melakukan pencucian uang dengan mengoperasikan penyaluran mata uang tak berlisensi. Faiella ditangkap di rumahnya di Coral Gables, Florida. Dalam persidangan di Pengadilan Federal di Florida, pada Senin, Faiella ditahan hingga ada sidang jaminan.
Shrem belum berhasil dimintai tanggapannya. Seseorang yang menjawab telepon di rumah Faiella tidak bersedia memberikan keterangan. “Tak seorang pun mau bicara,” katanya. (BI: Bitcoin Bisa Jadi Alat Cuci Uang)
Pengacara Shrem, Keith Miller, mengatakan kliennya tidak bersalah. “Dalam titik ini, tuduhan itu hanya sekedar tuduhan. Shrem tidak bersalah,” katanya.
Bitcoin adalah mata uang digital yang tidak didukung oleh pemerintah dan bank sentral dan memiliki nilai fluktuatif tergantung permintaan dari pengguna. Pengguna bisa melakukan transfer Bitcoin satu sama lain melalui Internet dan toko mata uang digital, wallet.
“Jika Bitcoin menjadi seperti mata uang tradisional yang digunakan untuk pencucian uang dan menopang kegiatan kriminal, penegak hukum tidak punya pilihan lain selain bergerak,” ujar jaksa Manhattan, Preet Bharara. “Kami akan agresif mengejar orang-orang yang mengadopsi penggunaan mata uang baru untuk tujuan terlarang,” ujarnya. (Baca juga: Uang Virtual di Dunia Maya Bernama Bitcoin)
Aparat penegak hukum Amerika Serikat telah bersumpah untuk mengejar setiap kegiatan kriminal yang melibatkan Bitcoin atau mata uang ilegal lainnya. Sebab, mereka menilai mata uang tak berlisensi itu digunakan untuk transaksi ilegal pula.
REUTERS | ABDUL MALIK
sumber : tempo.co/read/news/2014/01/28/087549008/Ditangkap-Petinggi-Bitcoin-Didakwa-Pencucian-Uang
Langganan:
Postingan (Atom)


